Share this page

IFC dan Family Business Nusantara Foundation Membantu Perusahaan Milik Keluarga Meningkatkan Tata Kelola Perusahaan

Jakarta, Indonesia, November 8, 2016— IFC, anggota dari Kelompok Bank Dunia, membantu berbagai perusahaan milik keluarga untuk mengadopsi praktek tata kelola perusahaan yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan akses kredit mereka. Sekitar 95 persen perusahaan di Indonesia dimiliki oleh keluarga dan mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Lebih dari 60 pemilik, jajaran komisaris, direksi, dan manajemen senior berbagai perusahaan keluarga hadir pada seminar yang dilaksanakan oleh IFC dan Family Business Nusantara Foundation di Jakarta.  Ahli tata kelola perusahaan dari IFC dan pemilik bisnis terkemuka di Indonesia berbagi dengan peserta mengenai praktik struktur tata kelola perusahaan keluarga, tata kelola fungsi dewan komisaris dan direksi, dan metodologi IFC sehubungan dengan tata kelola perusahaan.
“Mendirikan jajaran dewan komisaris dan direksi yang profesional dan memperkenalkan mekanisme tata kelola yang efektif akan membantu perusahaan keluarga untuk menghindari permasalahan yang berhubungan dengan pertikaian keluarga dan meningkatkan kemungkinan mereka untuk dapat bertahan ke generasi berikutnyai,” menurut IFC Corporate Governance Lead for East Asia and the Pacific, Chris Razook. ”IFC akan terus bekerjasama dengan FBN untuk menjangkau berbagai perusahaan milik keluarga dan meningkatkan praktik tata kelola perusahaan keluarga di Indonesia.”
Seminar ini adalah bagian dari kemitraan IFC dan FBN untuk mempromosikan tata kelola perusahaan yang baik diantara perusahaan keluarga. Berbagai studi memperlihatkan bahwa tata kelola yang baik dapat membantu perusahaan beroperasi secara lebih efisien, mengelola resiko lebih baik, dan akhirnya menarik lebih banyak investor.  
"Tata kelola yang efektif apabila diberlakukan di antara anggota keluarga akan memastikan warisan pendiri, yaitu harmoni dan persatuan terus berlanjut pada generasi berikutnya," kata Shanti Poesposoetjipto, Pendiri FBN.
Poesposoetjipto juga merupakan Chairman dari PT. Samudera Indonesia Tbk., sebah perusahaan perkapalan dan  jasa logistik terpadu yand didirikan oleh almarhum ayahnya, Soedarpo Strosatomo. Beliau juga merupakan salah satu pendiri dan anggota dewan dari Family Business Network Asia, bagian dari Family Business Network International, sebuah organisasi nirlaba dengan lebih dari 10.000 anggota di 58 negara.
IFC mendirikan Corporate Governance Program di Indonesia pada tahun 2012 untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas bagi perusahaan terbuka. IFC membantu dalam meluncurkan peta jalan dan panduan tata kelola perusahaan yang baik bersama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK). IFC juga membantu berbagai perusahaan swasta untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Tentang IFC
IFC, anggota dari Kelompok Bank Dunia, merupakan institusi pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di negara berkembang. Melalui kerjasama dengan 2.000 bisnis di seluruh dunia, kami menggunakan pengalaman selama enam dekade untuk menciptakan peluang di mana paling dibutuhkan. Pada FY16, investasi jangka panjang kami di negara-negara berkembang meningkat hingga mendekati 19 miliar USD. Dengan memanfaatkan modal, keahlian dan pengaruh yang kami miliki, kami membantu sektor swasta dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran bersama. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org
Terus Terhubung
Mengenai FBN
FBN adalah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Shanti Poesposoetjipto dan sekelompok professional di Jakarta pada 9 Januari, 2014. FBN mendorong tata kelola yang baik dalam mengelola perusahaan keluarga di Indonesia dengan melakukan seminar publik, lokakarya, ajaran, publikasi, dan konsultasi.