Share this page

IFC Bekerja sama dengan SMBC dan BTPN untuk mempromosikan Keuangan Inklusif dan Green Financing di Indonesia

Denpasar, Indonesia, 13 Oktober, 2018 — IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) untuk mempromosikan keuangan inklusif dan green financing di Indonesia, yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam pertumbuhan ekonomi, mempromosikan keberlanjutan dan mendukung salah satu tujuan penting pembangunan Indonesia, yaitu menciptakan lapangan kerja.
Sebagai perekonomian yang terbesar di Asia Tenggara, Indonesia telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan memiliki potensi untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-tujuh di dunia pada tahun 2030. Namun demikian peran usaha mikro, kecil dan menengah sangat penting dalam usaha mencapai target ini. Meskipun UMKM menyumbang 89 persen dari tenaga kerja sektor swasta — dan 60 persen PDB negara — sebagian besar dari UMKM belum terlayani serta mempunyai akses keuangan yang terbatas atau bahkan tidak sama sekali.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh IFC pada tahun 2016, kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia mencapai USD 11 miliar per tahun. Dengan kerja sama ini, IFC bermaksud untuk membantu mengatasi kesenjangan pembiayaan melalui pengembangan Pembiayaan Rantai Pasokan ( Supply Chain Financing ) sebagai model yang layak dan dapat direplikasi untuk meningkatkan jangkauan di pasar UMKM.
Selain itu, IFC — bersama dengan SMBC dan BTPN — bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pengembangan pembiayaan yang berwawasan lingkungan, atau green financing . Seperti pasar negara berkembang lainnya, Indonesia perlu mengelola pertumbuhan tanpa mengorbankan keberlanjutan. Dampak perubahan iklim dan kerusakan alam dapat merugikan Indonesia 2,5 persen hingga 7 persen dari PDB setiap tahunnya.
Indonesia adalah negara terpadat ke-empat di dunia dan emitor gas rumah kaca terbesar ke-empat, setelah Amerika Serikat, Cina, dan India. Sebagai bagian dari upaya global untuk menghambat perubahan iklim, Indonesia telah menjanjikan pengurangan 29 persen untuk emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dalam Paris Agreement.
“Kami sangat senang untuk dapat berkolaborasi dengan SMBC dan BTPN untuk mengatasi dua hal yang sangat penting di Indonesia – yakni akses kepada layanan keuangan dan perubahan iklim. IFC telah bermitra dengan BTPN selama hampir satu dekade dan telah menyaksikan kesungguhan dan komitmen BTPN dalam upayanya untuk mewujudkan sektor keuangan yang inklusif. Kami juga memberikan penghargaan yang tertinggi pada kepemimpinan SMBC di kawasan ini untuk mengatasi perubahan iklim, dengan menjadi bank Jepang pertama yang menerbitkan green bond , atau obligasi berwawasan lingkungan dan menutup kesenjangan dalam keuangan inklusif melalui pembiayaan rantai pasokan ( supply chain financing ) di Indonesia,” kata Paulo de Bolle, Direktur Senior Global FIG IFC.
Kelompok Bank Dunia telah mencanangkan tujuan yang ambisius untuk mewujudkan keuangan inklusif di seluruh dunia pada tahun 2020, yang bertujuan untuk memobilisasi pendanaan sektor swasta untuk mengatasi kekurangan pembiayaan kepada UMKM di Indonesia. Sejak 1968, investasi IFC, termasuk dana yang dimobilisasi di Indonesia, mencapai USD 7,7 miliar.
Selain itu, IFC adalah salah satu pemodal proyek iklim cerdas terbesar di dunia untuk negara-negara berkembang. Sejak tahun 2005, IFC telah menginvestasikan USD 18,3 milyar dalam pendanaan jangka panjang dari akunnya sendiri, dan memobilisasi USD 11 milyar melalui kemitraan dengan para investor untuk proyek-proyek yang terkait dengan iklim.
Tentang IFC
IFC — organisasi di bawah Bank Dunia dan anggota Kelompok Bank Dunia — adalah lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Kami bekerja dengan lebih dari 2.000 pebisnis di seluruh dunia, menggunakan modal, keahlian, dan pengaruh kami untuk menciptakan pasar dan peluang di area tersulit di dunia. Pada tahun fiskal  2018, kami membukukan lebih dari USD 23 miliar dalam pembiayaan jangka panjang untuk negara-negara berkembang, memanfaatkan kekuatan sektor swasta dalam mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org
Tetap Terhubung